Pages

LOOK-ARROUND 1st

Look-Arround ini berisi slide foto terbaru di daftar koleksi foto. Edisi pertama ini lokasi pengambilan foto seratus persen di kawasan Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang.

Pantai yang perawan

Meski jalan akses ke pantai rusak, tapi dijamin setara dengan keindahannya. Sepi pengunjung membuat keperawanannya masih sangat terjaga.

Death Coral

Tumpukan bangkai coral berwarna putih cerah terlihat menumpuk beberapa meter di pinggir pantai. Saya sedikit penasaran tentang apa yang mernbawa mereka kemari.

Laguna kecil.

Tempat parkir di wilayah pantai ini tidak luas. Terletak dekat dengan lokasi parkir, ada sebuah laguna kecil(mungkin sangat kecil) tempat anda bisa berendam santai tanpa perlu memikirkan ombak.

Fishing in The Noon

Walau siang bukan waktu memancing yang ideal, kelihatannya mereka tetap asyik saja walau harus bergumul dengan ombak pasang dan terik matahaari.

Showing posts with label Journey. Show all posts
Showing posts with label Journey. Show all posts

Sunday, July 14, 2013

PEKANBARU and things..


Aliran sungai Siak menjadi alasan utama kota ini menjadi destinasi niaga di zaman silam. Disana pula  pedagang berdarah Minang dari dataran Bukittinggi sengaja turun gunung untuk berdagang. Tempat berdagang itu dulu berada di tangguk kepenguasaan Kesultanan Siak. Setelah masa kesultanan sudah kelewat jadul, kota ini sekarang jadi pusat bisnis dan pemerintahan Provinsi Riau. Kata orang kota Bertuah, saya sebut saja kota Pekanbaru.

Nama Pekanbaru mulai digunakan sejak abad ke-18. Kata 'pekan' dalam bahasa setempat berarti pasar. Kawasan Senapelan, - salah satu wilayah pertokoan Pekanbaru   dulu menjadi pekan untuk distribusi hasil bumi dari daerah-daerah di hulu Sungai Siak. Muara Siak yang berakhir ke Malaka menjadikan jalur ini cukup ramai.

Kota Pekanbaru termasuk kota yang ramai. Kepadatan penduduk kota Pekanbaru lebih kurang 1.125 jiwa/km per segi di tahun 2013 ini. Akhir pekan mungkin jadi titik paling ramai dari kota ini. Banyak orang dari berbagai daerah yang berbondong-bondong datang. Daya tarik kota BERTUAH ini berspusat antara wahana perbelanjaan dan kuliner.


Jika anda tidak sengaja atau memang sengaja berada di daerah Senapelan. Jangan lupa untuk mampir di pasar bawah. Pasar ini terkenal dengan penjualan barang-barang tidak berpajak dari negara tetangga. Sampai saat ini pun namanya masih hidup sebagai pusat belanja kebutuhan harian dan sentra oleh-oleh. Ikan asin, pakaian, makanan, penak-pernik, semua bisa anda tawar dengan harga bagus.


Bila anda ingin mencari buah tangan dari Pekanbaru. Saya sarankan panganan ini. Memiliki ciri-ciri yaitu berbau wangi dan khas. Di Medan mungkin jadi buah yang terkenal dan berkolesterol pekat. Buah ini disulap warga Pekanbaru jadi bahan oleh-oleh khas yang wajib masuk bluelist yang harus dibeli. Lempok durian dan dodol durian orang-orang menyebut jenis makanan ini. Apapun nama toko jajanan yang anda kunjungi, dua makanan ini pasti akan muncul.

Saya ingat pengalaman saya ke Pekanbaru sebelumnya. Sekitar bulan Juli tahun 2012 kemarin. Saat itu banyak terpampang gambaran euphoria penyambutan event olahraga terbesar Indonesia. Warna warni baliho di sudut-sudut jalan sangat semarak. Kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman terlihat berjejalan sekali saat itu. Ini imbas dari penyambutan PON rupanya.

Untuk singgah di Pekanbaru dan terkena macet di salah satu jalan bernama pahlawan, tentu saya punya misi istimewa. Di kota kelahiran saya ini ada santapan yang tak boleh ketinggalan. Gulai Bauang namanya. Kualitas aliran Sungai Siak yang tidak sejaya dulu membuat ikan dari marga Hemibagrus, ikan yang berkerabat dengan ikan lele ini jarang ditemui disana. Tapi, jangan khawatir tentang degradasi populasi Baung. Ikan di "Warung Gulai Bauang" ini nampaknya hasil penangkaran sendiri.

Ya, Pekanbaru masih memiliki rupa-rupa kuliner lain. Mungkin tidak banyak tempat wisata yang bisa anda kunjungi disini. Walau begitu uang anda tetap bisa terkuras banyak karena godaan membeli barang ini dan itu. Wisatanya tak jauh dari pergi ke pusat perbelanjaan, makan, belanja lagi dan makan lagi.

Tuesday, November 27, 2012

Coban Rais "Ciliwung Camper" -Eng.Ver

Hallo reader! This time I'll try to write an English article, special for the reader overseas.

Okay, so here it is. It's about my last weekend activity. The Ciliwung Camper and I were camping just like the other time. We spent the night in the open space and felt the chill of cold mountain air with a cup of hot coffe. Hmm,, really really nice moment there.

This time we decide to choose the ordinary place we go, "Bukit Cinta"/ Love Hill (that what we named it by), Coban Rais, Malang, Indonesia (check here..). Mas Andre, mas Ditto, mas Roman, Putri, Uyeb, and I were the main star that night. Yeah, 5 of us, the Ciliwung Camper. -So what!??

Coban Rais, located 5 kilometers from the central city of Batu. It is in the north side of Batu Night Show (BNS). The air is still fresh, the water was clearly excellent for refreshing. Beside camp ground and waterfall, this area have outbound ground too (Batulang Outbound). Right place for you high risk activity lover. 

Yeah, enough with the introduction. And this is the pictures we take (fotographer: Roman, Luqman, Ditto) :
Uyeb and Putri, set up the tent in rush. "Rain is coming!"
And the tent finished.

Yeah, it is mas Ditto, coming late.
Trangia' cooking set is camper best-friend for preparing the dinner.
Mas Andre and the ass in the tent,, wkwkwk

Here comes the sunset, Photo session start

Mas Roman photograph

Her name is Putri, Just comment if want her contact. 
Mas Ditto in action
Nice.

Mas Roman and the trash in back

no comment

Thank's mas Ditto, great photo.

So that's the story. Sorry for the long post.
Finished and The End. Thank for you readers...
I'm very very excited in waiting for your comment,                                                    

Sunday, November 25, 2012

Surabaya : "Travel First, Think Later"


Setelah sekian lama berencana, akhirnya kesampean juga buat posting perjalanan ke Surabaya kemarin. Awalnya mau nulis dua minggu yang lalu, tapi, rencana tinggal lah rencana. Ya udah dah gak usah curhat.

So, bermula dari rencana empat orang anak manusia yang tergiur melakukan perjalanan. Yah, sekalian ngisi waktu libur lah (padahal nggak). Tapi, seperti layaknya travelers newbie lain -yang baru aja suka traveling-, ada satu masalah yang mendasar yang membuat mereka galau. Yaitu, Kemana kita harus pergi?

"Ke Surabaya aja gimana, ke rumahnya si Indi?", kata si Luqman- alias saya. Jawaban ini kemudian di jawab dengan acungan jempol kaki dan akhirnya berangkatlah kita ke Surabaya.

Pilihan transportasi yang kita gunakan dari kota Malang, tidak lain dan tidak bukan, kereta api ekonomi. Pilihan ini merupakan yang paling murah dan masih terbilang nyaman dibanding pilihan transportasi yang lain. Harga tiket hanya 4000 rupiah dan kita bisa 'capcus' ke Surabaya.

Menurut pandangan saya, Surabaya seperti satu gambaran atau ikon kota besar Indonesia. Di dalam kota dipenuhi gedung-gedung tinggi dan perumahan padat populasi, tidak jauh berbeda dari ibukota jakarta. Polusi juga menjadi makanan pokok masyarakat disini.

Ini di depan rumahnya si Indi di daerah Manyar Kertoarjo

Cuaca di Surabaya untuk orang Malang yang biasanya berhadapan dengan suhu yang relatif lebih sejuk, memang kurang membuat betah. Tapi, untung ada mobilnya Indi, semua panas jadi gak berarti, dan trip Surabaya jadi kerasa lebih enak. Terima kasih Indi. wkwk

Disamping panasnya yang luar biasa, ternyata Surabaya menawarkan banyak celah yang ciamik untuk dijelajahi lebih detail. Kebetulan petualangan kami kemaren fokus di daerah pantai di Utara Surabaya. Pertama kami mencicipi nuansa panoramis jembatan Suramadu.

Hmm, ternyata pemandangan di atas permukaan jembatan cukup lezat juga dipandang. Selat Madura, langit yang terik, dan arsitektur modern Suramadu memberi nuansa yang unik. Oleh karena itu kurang puas rasanya hanya melihat dari mobil. Kemudian, dengan nekatnya, walaupun dilarang turun- kita tetap keluar dan mulai memotret. Klik-klik!




Setelah puas narsis dan menghabiskan memori kamera, kita lanjut ke tempat lain.

Berikutnya kita disuguhi mantap-nya komposisi landscape Pantai Kenjeran. Gambar begitu maksimal tertangkap kamera pocket pabrikan Canon kepunyaan saya. Hasilnya cukup memuaskan keinginan perburuan foto disana. Masih dengan langit dan selat yang sama, kini berbaur dengan beberapa objek lain menjadi foto yang cukup apik.



Hari itu pun kami tutup dengan singgah ke ITS sejenak untuk shalat Jum'at dan lalu kembali ke peraduan. Lalu tidur dan berakhirlah perjalanan 'travel first, think later.' Singkat dan padat. Loh, segitu aja?

Yah, sebenarnya masih banyak sisi lain yang layak dijadikan bahan bidikan kamera. Kemacetan akut nan menahun, kehidupan malam, landscape Surabaya, kehidupan urban, bangunan bersejarah, mungkin bisa menjadi inspirasi untuk anda yang singgah. Jadi, silahkan jelajah dan kupas sendiri keindahannya, Kota Surabaya.

->travel first, think later-